Tercemar bakteri

Sebagian Pantai Kuta Ditutup

Kompas.com - 01/03/2011, 19:08 WIB

KUTA, KOMPAS.com - Diduga terjadi pencemaran bakteri di sejumlah titik Pantai Kuta, Satgas Pantai mengambil langkah preventif dengan mengeluarkan imbauan larangan berenang kepada wisatawan. Petugas memasangi bendera larangan berenang sedikitnya pada 7 titik wilayah yang tercemar bakteri.

Selain memasang bendera peringatan, Kepala Satgas Pantai Kuta Anak Agung Ngurah Tresna yang akrab disapa Gung Aji juga menyebarkan informasi ini melalui  pengeras suara. "Kami menghimbau kepada wisatawan untuk sementara tidak berenang dan melakukan aktivitas di air yang berwarna coklat," kata Gung Aji kepada Kompas.com, Selasa (1/3/2011).

Larangan berenang ini sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan sementara petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan yang menyebut bahwa perubahan air berwarna coklat yang disebabkan oleh bakteri berbahaya bagi kesehatan.

"Dapat menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernafasan jika terlalu lama berada di air yang terkontaminasi bakteri," jelas Dr. Putu Eka Sudaryatma, penanggung jawab Laboratorium Balai Karantina Ikan Ngurah Rai. "Kalau berenang di sana maksimal 15 menit tapi untuk lebih amannya sebaiknya dihindari dulu," imbuhnya.

Seperti diberitakan, sejak tiga hari terakhir kondisi air laut di Pantai Kuta berubah warna dari biru menjadi coklat. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan penurunan pH atau kadar asam yang membuat plankton mati. Saat ini petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan tengah melakukan uji laboratorium sampel air yang tercemar bakteri tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau